5 Alasan yang Bikin Dua Garis Biru Layak Ditonton Generasi Muda

Peningkatan kualitas film-film Indonesia selama beberapa tahun terakhir memberikan prospek menjanjikan buat pegiat industri perfilman. Dari sekian judul yang sempat jadi perbincangan, Dua Garis Biru menjadi salah satu film yang perlu kamu simak. Bahkan tak sedikit orang yang nonton film ini bersama orang tua atau remaja karena kontennya yang edukatif.

Alasannya adalah Dua Garis Biru dianggap mampu menyajikan sex education dengan penyampaian yang subtle. Namun lebih dari itu, masih ada beberapa alasan yang membuatnya sangat layak kamu tonton. Apa saja itu? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Dua Garis Biru
Dua Garis Biru

1. Proses produksi digarap serius

 Sekilas, Dua Garis Biru tampak ringan, apalagi dua pemeran utamanya datang dari generasi muda yang sedang digandrungi. Akan tetapi, penggarapannya terbilang serius. Hal tersebut bisa kamu lihat dari jajaran pemain utama dan pendukung, penulisan naskah, hingga pengambilan adegannya.

Tentu, Dua Garis Biru tak luput dari sejumlah kekurangan. Meski begitu, saat dibandingkan dengan sejumlah film coming-of-age lokal lainnya, film ini memiliki pengemasan yang lebih tertata dan patut diacungi jempol. Selain itu, ceritanya juga tak terkesan menghakimi pihak-pihak tertentu.

2. Akting pemain utama yang mengesankan

 Pemilihan Adhisty Zara atau Zara JKT48 sempat membuat beberapa orang ragu menonton Dua Garis Biru. Akan tetapi, Zara sudah mampu menunjukkan kualitas aktingnya dalam sejumlah film terdahulunya, seperti Dilan hingga Keluarga Cemara. Maka wajar kalau Play Stop Rewatch memperhitungkannya buat memerankan film ini.

Kharisma Zara yang tak bisa ditolak dan totalitas perannya sebagai Dara pun membuahkan hasil manis. Aktris berusia 18 tahun ini berhasil meraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terfavorit dan Pemeran Pasangan Terfavorit (bersama Angga Aldi Yunanda) dalam Indonesian Movie Actors Awards 2020.

3. Soundtrack kece sampai didaftarkan ke Cannes

 Alasan lain yang bikin menonton Dua Garis Biru berkesan adalah soundtrack-nya yang diisi musikus kenamaan Indonesia. Adalah Rara Sekar, kakak dari penyanyi Isyana Sarasvati, yang secara khusus menyanyikan lagu tema untuk film ini.

Bukan cuma soundtrack, keseriusan Dua Garis Biru pun diperlihatkan dari daftar festival yang telah diikuti. Sang produser, Chand Parwez Servia, ternyata sempat mendaftarkan film tersebut ke festival skala internasional, yakni Cannes Festival, pada 2019 silam.

4. Dapat tiga penghargaan di Golden Gate International Film Festival

Sejak tayang pada 11 Juli 2019, Dua Garis Biru menorehkan berbagai prestasi membanggakan. Sebut saja tiga penghargaan dari Golden Gate International Film Festival (GGIFF) pada November 2021. Salah duanya diberikan kepada Zara sebagai pemenang aktris dan Gina S. Noer selaku sutradara terbaik.

Sebelum menerima penghargaan dari GGIFF, Dua Garis Biru sudah ditayangkan di sejumlah festival film internasional. Beberapa di antaranya adalah 22nd Seoul International Women’s Festival dan Shanghai International Film Festival.

5. Akhir cerita yang realistis dan membumi

 Buat kamu yang sudah menonton Dua Garis Biru mungkin dibuat tercengang saat menyaksikan akhir ceritanya. Apa yang akan terjadi pada Dara dan Bima? Bagaimana dengan masa depan mereka? Jenis open ending yang dipilih untuk film ini justru membuat cerita lebih realistis dan membumi.

Mengapa? Bagaimanapun, Dara dan Bima masih berstatus sebagai remaja; muda-mudi yang memiliki jalan hidup panjang. Tanpa closure, Dua Garis Biru justru ‘menyerahkan’ nasib kedua tokoh tersebut kepada penonton.

Nah, kamu yang belum menyaksikan film ini atau ingin menyimak ulang bisa menyaksikannya di VIU dengan mengunduh dan menginstal aplikasinya lewat Apple Store atau Play Store. Selamat menyaksikan, ya!

About the Author: Andri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *